Pekauman - BSU Bank Sampah Unit Kelurahan Pekauman Kecamatan Kendal

BSU Bank Sampah Unit Kelurahan Pekauman Kecamatan Kendal

BSU Bank Sampah Unit Kelurahan Pekauman Kecamatan Kendal

Pada akhir tahun 2025, ketika petugas pemungut sampah sudah tidak lagi "beroperasi" sebagian warga, khususnya di wilayah RW.02 gelisah dan gaduh sampai seorang pengurus BKM Makmur Pekauman turun tangan dan berkomitmen untuk mendampingi masyarakat mengelola sampah. Dia adalah MUHYI, warga Gg.Ikhlas RT.001 RW.02 Kelurahan Pekauman Kecamatan Kendal. Pada saat itu, Pak Muh—demikian dia akrab disapa—bersama 3 orang lainnya, menginisiasi sebuah ruang layanan edukasi, inovasi, serta jasa pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ruang tersebut bernama Bank Sampah "Bersih Makmur".

Bank Sampah Bersih Makmur Pekauman Kendal kini mempunyai 4 wilayah RT. layanan pungut sampah se Kelurahan Pekauman, terdiri dari RT.003 RW.01, RT.001 RW.02, RT.002 RW.02 dan RT.003 RW.02. Masyarakat bisa mengumpulkan segala macam sampah domestik yang telah dipilah untuk kemudian petugas dari bsu yang akan memungutnya dan selanjutnya akan dipilah sebelum di buang ke TPS. Pak Muh mengatakan Bank Sampah Bersih Makmur sebetulnya telah digagas sejak akhir 2024 sebagai sebuah kegiatan sosial. Di sana, dia melihat kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi secara langsung bagi lingkungan.

Dia mengaku mendapat semacam panggilan untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan.

“Kan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama, buat lingkungan juga. Jadi saya pikir ini adalah satu wadah yang bagus,” kata dia saat ditemui Senin (05/10). Untuk dapat menyediakan layanan tersebut, Bank Sampah Bersih Makmur melalui proses yang panjang.  Peluang itu pun mendorongnya untuk membuat sebuah komunitas dengan manajemen baru yang lebih profesional di tahun 2026. Tim yang semula hanya 3 orang ditambah, jam kerja teratur dibentuk, fokus awal ditentukan: Memberi sosialisasi dan edukasi masyarakat soal pengelolaan sampah. Fokus itu diambil bukan tanpa sebab. Dia sendiri merasa prihatin dengan kebiasaan buruk masyarakat dalam mengelola sampah. “Semua dimasukkan ke kantong plastik, taruh di depan, nanti tukang sampah ambil. Masih mending kalau seperti itu, kadang, ada yang dia sekalian pergi kerja buang sampahnya ke pinggir jalan, ke sungai, dan itu tuh biasa gitu di masyarakat kita,” ujar dia.

               


Dipost : 2026-10-05 08:38:21 | Dilihat : 12

Share :