
ZIARAH DAN NYEKAR DI MAKAM TUMENGGUNG BAHUREKSO TAHUN 2026
Kendal, Rabu 15 Juli 2026
Tradisi ziarah makam atau nyekar telah menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual masyarakat di Indonesia sejak dahulu kala. Tak terkeculai masyarakat Kabupaten Kendal. Hari Rabu, 15 Juli 2026 Kegiatan ziarah dan nyekar ke makam Tumenggung Bahurekso kembali dilaksanakan menjelang Hari Jadi Kabupaten Kendal ke 421. Makam Tumenggung Bahurekso (Bupati Kendal pertama sekaligus panglima Sultan Agung Mataram) berlokasi di Desa Lebaksiu Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Dari pusat kota Kendal perjalanan membutuhkan sekitar 2 jam 40 menit melalui jalur darat sejauh kurang lebih 97 km via jalan Pantura atau Jalan Tol Trans Jawa. Ziarah dan nyekar bertujuan menghormati dan mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia. Hadir dalam acara ini Sekretariat Daerah Kab.Kendal beserta jajarannya, Ketua MUI Kab.Kendal, Ka.Kankemenag Kab.Kendal, Kepala Dinas, ketua Paguyuban Camat, segenap Pengurus Takmir Masjid Agung Kendal dan para tokoh agama dan masyarakat.
Acara di mulai pukul 10:00 wib. diawali dengan bacaan Tahlil dan Do'a. oleh Bapak KH. Mochamad Chafidz. dan KH.Drs. Masruch dilanjutkan sambutan selamat datang dari juru kunci makam yaitu bapak Moh. Asyifi kemudian sambutan Sekda Kab. Kendal oleh Bapak Agus Dwi Lestari, S.IP.M.H. beliau mewakili Bupati Kendal Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan dilanjutkan nyekar ke Makam Tumenggung Bahurekso. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silaturrahim antar pemerintah Daerah. Pemkab.Tegal dan pemkab.Kendal. Tradisi ziarah dan nyekar sudah ada sejak dulu. Bahkan zaman nabi Muhammad SAW. Kala itu, nabi menancapkan pelepah kurma yang masih hijau untuk ditancapkan di sebuah makam, dengan filosofi bahwa pelepah tersebut akan meringankan siksa kubur si mayit dengan cara mendoakannya. Meskipun sempat dilarang, saat ini nyekar menjadi sunnah nabi, beberapa ulama pun bersandar pada hadits nabi yang diriwayatkan Ibnu Abbas bahwa,
“Suatu ketika Nabi melewati sebuah kebun di Makkah dan Madinah lalu Nabi mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Nabi bersabda kepada para sahabat: ‘Kedua orang (yang ada dalam kubur ini) sedang disiksa. Yang satu disiksa karena tidak memakai penutup ketika kencing sedang yang lainnya lagi karena sering mengadu domba’. Kemudian Rasulullah menyuruh sahabat untuk mengambil pelepah kurma, dan membelahnya menjadi dua bagian dan meletakkannya pada masing2 kuburan tersebut. Para sahabat lalu bertanya, kenapa engkau melakukan hal ini ya Rasul? Rasulullah menjawab: ‘Semoga Allah meringankan siksa kedua orang tersebut selama dua pelepah kurma ini belum kering.” Wallahu 'alamu Bisshowaab."....
Dipost : 16 Juli 2026 | Dilihat : 8
Share :